Kuhisap rindumu hingga ke dasar hati terjauh
bersama angin manggar yang bergetar menyapu
telah kubentangkan jiwa menggelar rumah cahaya
bertahtalah di dalam kehidupanku: wahai Permata!
Persembahan Terakhir Terhadap Cinta
Inilah persembahan terakhirku terhadap Cinta
sekaligus terindah yang bisa kurangkai dengan kata
jika airmata tumpah kembali ke dalam ceruk dada
satu-satunya yang mampu menampungnya adalah: kau!
Jangan tanya kemana arus ini akan bermuara
pada peta pelayaranku telah jelas tercatat: namamu
telah kukemas seluruh bekal berkoper doa bingkisan ibu
tanda restu ingin kusempurnakan hidupku bersamamu!
bersama angin manggar yang bergetar menyapu
telah kubentangkan jiwa menggelar rumah cahaya
bertahtalah di dalam kehidupanku: wahai Permata!
Persembahan Terakhir Terhadap Cinta
Inilah persembahan terakhirku terhadap Cinta
sekaligus terindah yang bisa kurangkai dengan kata
jika airmata tumpah kembali ke dalam ceruk dada
satu-satunya yang mampu menampungnya adalah: kau!
Jangan tanya kemana arus ini akan bermuara
pada peta pelayaranku telah jelas tercatat: namamu
telah kukemas seluruh bekal berkoper doa bingkisan ibu
tanda restu ingin kusempurnakan hidupku bersamamu!







