Kuhisap rindumu hingga ke dasar hati terjauh
bersama angin manggar yang bergetar menyapu
telah kubentangkan jiwa menggelar rumah cahaya
bertahtalah di dalam kehidupanku: wahai Permata!
Persembahan Terakhir Terhadap Cinta
Inilah persembahan terakhirku terhadap Cinta
sekaligus terindah yang bisa kurangkai dengan kata
jika airmata tumpah kembali ke dalam ceruk dada
satu-satunya yang mampu menampungnya adalah: kau!
Jangan tanya kemana arus ini akan bermuara
pada peta pelayaranku telah jelas tercatat: namamu
telah kukemas seluruh bekal berkoper doa bingkisan ibu
tanda restu ingin kusempurnakan hidupku bersamamu!



0 comments:
Post a Comment