October 5, 2011

Selain Permata Tak Ada

Kuhisap rindumu hingga ke dasar hati terjauh
bersama angin manggar yang bergetar menyapu
telah kubentangkan jiwa menggelar rumah cahaya
bertahtalah di dalam kehidupanku: wahai Permata!
Persembahan Terakhir Terhadap Cinta

Inilah persembahan terakhirku terhadap Cinta
sekaligus terindah yang bisa kurangkai dengan kata
jika airmata tumpah kembali ke dalam ceruk dada
satu-satunya yang mampu menampungnya adalah: kau!

Jangan tanya kemana arus ini akan bermuara
pada peta pelayaranku telah jelas tercatat: namamu
telah kukemas seluruh bekal berkoper doa bingkisan ibu
tanda restu ingin kusempurnakan hidupku bersamamu!

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More